Video Terkini

Polling Website

Apa Merk Laptop anda ?

Artikel Terakhir

Calendar

« Apr 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online7
mod_mod_visitcounterHits928593
mod_mod_visitcounterToday1144
mod_mod_visitcounterYesterday1216
mod_mod_visitcounterThis week2360
mod_mod_visitcounterThis month20472
mod_mod_visitcounterAll days321267

Petuah Bijak Zuckerberg Sentil Donald Trump

Petuah Bijak Zuckerberg Sentil Donald TrumpPetuah Bijak Zuckerberg Sentil Donald Trump

Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg dikenal sering menyuarakan dukungan bagi kaum minoritas. Tak heran jika dia berseberangan dengan Donald Trump, bakal capres Amerika Serikat dari Partai Republik.

Belum lama ini, Zuckerberg menyatakan dukungan pada presiden Barack Obama. Obama ingin menampung sementara 5 juta imigran yang belum terdokumentasi untuk tinggal dan bekerja di AS. Namun keinginan Obama ini masih harus diproses di pengadilan.

Di samping mendukung Obama, Zuck menulis panjang lebar di Facebook soal keberpihakannya pada kaum minoritas. Ia tampak menyindir Donald Trump yang berencana melarang kaum muslim masuk AS serta membangun tembok di perbatasan Meksiko jika jadi presiden.

"Hari ini aku bergabung dengan 60 pemimpin teknologi untuk mendukung aksi eksekutif Presiden Obama untuk mencegah anak-anak imigran yang belum terdokumentasi agar tidak dideportasi," tulis Zuck di Facebook.

"Saat pergi ke seluruh dunia, aku melihat beberapa negara mengalami kemunduran. Aku mendengar suara yang makin sering untuk membangun tembok dan menjauhkan orang yang dilabeli sebagai 'orang lain'. Apakah itu pengungsi, imigran tak terdokumentasi atau minoritas, kuharap kita memiliki kebijaksanaan untuk memahami jalan terbaik ke depan adalah dengan mempersatukan orang, bukan memisahkan," tambahnya.

"Kuharap kita menemukan belas kasih dan keberanian untuk memberi setiap orang perlakuan adil, untuk memperlakukan setiap orang dengan resepek dan martabat, serta melakukan apa yang kita bisa untuk semua orang, bukan hanya yang terlihat seperti kita atau yang tinggal di dekat kita," lanjutnya.

Zuck lalu menceritakan pengalamannya mengajar di sebuah sekolah menengah. Banyak di antara siswa terbaik tidak memiliki data kependudukan resmi sehingga menyulitkan mereka kuliah atau bekerja. Padahal mereka berpotensi menjadi pemimpin.

"Kita adalah negara kaum imigran. Kita adalah satu dunia. Dan kita semua terhubung. Kita semua harus memiliki rasa kemanusiaan untuk menyambut anak-anak itu dan mempersatukan orang," pungkas Zuck.

(fyk/ash)

Sumber : detik.com

Berita Terkait : Internet