Video Terkini

Polling Website

Apa Merk Laptop anda ?

Artikel Terakhir

Calendar

« Jun 2017 »
M S S R K J S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online27
mod_mod_visitcounterHits1858618
mod_mod_visitcounterToday594
mod_mod_visitcounterYesterday2651
mod_mod_visitcounterThis week18146
mod_mod_visitcounterThis month60813
mod_mod_visitcounterAll days440897

Kota Pintar ya Harus Dipimpin Orang Cerdas

Kota Pintar ya Harus Dipimpin Orang CerdasKota Pintar ya Harus Dipimpin Orang Cerdas
Para pemimpin kota seperti walikota, bupati, dan para wakil rakyat di DPRD memegang elemen penting dalam pembangunan smart city. Itu sebabnya, mereka pun harus ikutan cerdas jika ingin program kota pintar ini sukses. Alasan itu pula yang mendorong Forum Prakarsa Indonesia Cerdas bersama Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB) menyelenggarakan lokakarya. Tujuannya tentu saja, untuk mengedukasi pejabat di daerah dalam membangun kota cerdas alias smart city. "Kami sadar pemimpin kota memegang elemen penting dalam pembangunan kota cerdas. Kita bikin lokakarya ini untuk mereka menyadari persoalan kota semakin rumit, karena jumlah penduduk yang semakin melimpah melebihi dari kapasitas yang tersedia," papar Ketua LPIK-ITB Suhono Harso Supangkat di Jakarta, Senin (5/10/2015). Menurutnya, dalam menghadirkan smart city diperlukan pendekatan pola pikir dan pola tindak pembangunan kota dengan cara yang tepat agar penduduk menikmati kebahagiaan dengan sumber daya yang optimal. Selain itu juga dibutuhkan pemahaman persoalan kota, solusi cerdas persoalan kota, termasuk teknologi, tatakelola hingga model pembangunan atau bisnis akan dibahas dalam lokakarya. "Pembangunan kota cerdas yang begitu rumit memerlukan konstribusi semua pemangku kepentingan kota, karena itu kami ajak pemimpin di daerah untuk memahami smart city," katanya. Misalnya, para anggota perwakilan rakyat di daerah yang harus memahami usulan dan aspirasi program termasuk anggaran yang harus disetujui, memerlukan suatu pengetahuan yang tidak sederhana. Aspek teknologi, kemampuan hingga sumber daya manusia menjadi pengungkit inti untuk bisa memajukan semua sektor kehidupan kota secara cerdas. ITB sendiri telah membuka open innovation lab dan smart city and community innovation center bekerja sama dengan Forum Prakarsa Kota Cerdas menyelenggarakan lokakarya sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan eIndonesia Initiatives Forum ke XI dan Forum Prakarsa Indonesia Cerdas pertama. Kegiatan ini akan digelar pada 16 Oktober 2015 di Bandung. (rou/rou)

Berita Terkait : Berita Terkini