Video Terkini

Polling Website

Apa Merk Laptop anda ?

Artikel Terakhir

Calendar

« May 2017 »
M S S R K J S
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online26
mod_mod_visitcounterHits1170293
mod_mod_visitcounterToday1470
mod_mod_visitcounterYesterday2192
mod_mod_visitcounterThis week7074
mod_mod_visitcounterThis month37534
mod_mod_visitcounterAll days365778

3 'Senjata' Penangkal Ancaman Cyber

3 'Senjata' Penangkal Ancaman Cyber3 'Senjata' Penangkal Ancaman Cyber
Seiring berkembangnya teknologi, cyber security sudah jadi hal yang tak bisa dihindarkan. Pemerintah Indonesia melalui Kominfo pun tak tinggal diam. Sejumlah mekanisme telah disiapkan untuk menangkal hal tersebut dengan memanfaatkan sejumlah 'senjata' penting. Apa saja? Disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara, yang pertama adalah defense. Menurutnya, ancaman cyber punya karakteristik masing-masing. Dengan demikian, dibutuhkan instansi khusus untuk mengidentifikasinya agar lebih mudah ditangani, baik oleh instansi itu sendiri ataupun oleh publik. Nah, publik menjadi unsur penting selanjutnya. Publik yang dalam hal ini berupa organisasi maupun individu dibutuhkan untuk membantu pemerintah menghadapi ancaman cyber. Kominfo berharap publik bisa memberi masukan, atau lebih bagus lagi memberikan solusi menghadapi ancaman cyber. ID-SIRTI dan ISOC Chapter Jakarta adalah jenis organisasi yang dimaksud. Kemudian yang terakhir adalah standarisasi di sektor atau infrastruktur strategis. Menurut Menkominfo, saat ini sektor strategis di Indonesia masih berjalan sendiri-sendiri. Alasannya, karena pelaku industri di dalamnya menangkal ancaman cyber dengan caranya masing-masing. "(Karena) Belum ada standarnya. Contohnya lembaga keuangan, mereka lebih suka menghadapi ancaman cyber sendirian terkait data-data sensitif yang dimiliki. Tercatat ada delapan sektor strategis yang harus distandarkan," ujar Menkominfo di acara Cyber Simposium, di hotel Puri Denpasar, Jakarta, Senin (7/9/2015). Selain lembaga keuangan yang telah disebutkan, sektor industri lainnya yang strategis dan harus dibuatkan standarisasi menurutnya antara lain sektor energi dan perhubungan. "Sektor energi wajib tuh. Sebagai informasi pusat beban energi listrik untuk daerah Jawa-Bali itu cuma ada satu-satunya di Gandul, bagaimana kalau dilumpuhkan ancaman cyber?," imbuhnya. Dia menambahkan, untuk industri perhubungan dan transportasi contohnya adalah bandara. "Bagaimana kalau ancaman cyber melumpuhkan seluruh fungsi-fungsi bandara, bahaya itu," tandasnya. (yud/rns) Sumber : detik.com

Berita Terkait : Berita Terkini